Monday, January 28, 2019

Pengadilan Lucu di Rezim Jokowi

Pengadilan Lucu di Rezim Jokowi

Entahlah, terlalu banyak hal yang harus dikritisi akhir-akhir ini. Dan belakangan sikap kritis itu sendiri juga sudah jadi semisal tindak kriminal, berpendapat itu kejahatan

Paling minimal, akan ada sekelompok anonim di dunia maya yang akan mengamuk, mulailah engkau dilabeli intoleran, radikal, bahkan ekstrimis dan teroris

Kalau engkau dilihat lebih berpengaruh, atau bisa jadi bahan untuk menghancurkan eksistensi lawan politik, maka engkau divonis penjara dan dikurung

Yang bicara demokrasi bertindak diktator, yang bicara toleransi paling rajin persekusi, yang memberantas hoax paling ramai hoax, yang kampanye jujur tukang bohong

Hukum jangan ditanya, takkan ada hukum bila engkau bukan penguasa, atau yang berafiliasi dengannya. Yang tidak ada saja bisa jadi ada, apalagi yang punya salah

Keadilan barang langka, kalaupun ada hanya ada di etalase dengan harga mahal, hanya bisa dibeli oleh orang yang punya uang, atau punya kekuasaan

Pengadilan cuma jadi alat, untuk menjatuhkan kebencian secara legal, menuduh secara formal, menyingkirkan kebenaran agar keburukan tak punya saingan

Kalau engkau tak berseberangan kepentingan dengan kelompok yang pegang palu, berbicaralah sesukamu. Paling banter hanya diberi peringatan, bebas

Begitu engkau dianggap berbeda kepentingan, berpikir saja sudah dilarang, kalaupun engkau tak terpikir, engkau akan dituduh, dengan semaunya tuduhan

Cara paling mudah melindungi kekuasaan, adalah mengambil keadilan dari kehidupan. Yang mereka tidak sadar, keadilan itu pilarnya sebuah negara

Pertontonkan saja ketidakadilan itu, setelanjangnya, hingga ummat muak. Tampakkan watak asli sekulerisme, saat dunia dan isinya itu jadi sesembahan utama

Agar ummat lebih cepat lagi sadar, tak ada kebaikan kecuali Islam, tak akan ada harapan kecuali ketika Al-Qur'an dan As-Sunnah yang jadi landasan

by Ustazd Felix Siauw
#keadilan #lucu #Islam #mulia #adil

Friday, July 27, 2018

Mengambil Hikmah dari Al Muddatstsir

Mengambil Hikmah Dari Al Muddatstsir

Untuk mu yang sedang terjatuh, yang mengalami kegagalan dalam usaha, yang pernah salah dalam mengambil keputusan, yang terpuruk karena meriba, "Wahai orang yang berselimut" terselimuti mental block takut gagal, takut untuk bangkit kembali, takut mengalami penolakan, Tuhan menyapa kita "Bangkitlah" bangun dan lepaskan selimut, lepaskan semua pikiran yang membatasi, bongkar semua mental block.

"Bangun dan Sampaikan Peringatan" Sampaikan value, benefit, manfaat yang bisa kamu berikan, presentasikan kepada semua orang, edukasi market, berikan testimoni yang jujur.

Besarkan peran Tuhan, bukan kita yang hebat dalam berbisnis, bukan karena kita yang jago marketing, bukan karena kita yang piawai membuat produk, bukan karena kita mahir ini dan itu,  semua tidak akan ada artinya manakala Dia tidak menghendakinya, rendah hatilah dan jangan sombong. "Dan Tuhanmu, agungkanlah"
Rubah dan pantaskan lah penampilanmu sebagai wujud bangkit dan berubahnya mind set mu, perbaiki penampilan produk mu, perbaiki tampilan toko mu, atur dan susunlah display barang mu. "Dan Pakaianmu, sucikanlah"
"Dan perbuatan dosa tinggalkanlah". Yakinlah bahwa ada jalan mendapatkan modal usaha tidak harus dari lembaga riba, perbaikilah managemen usaha, hitunglah secara transparan keuangan usaha, catat dan bukukan semua transaksi yang ada, tinggalkan semua hal negatif yang menghambat kinerja.

Jangan berharap keuntungan berlipat ganda, jangan menghayal komisi berjuta-juta, sudah presentasikan saja, sudah informasikan saja manfaat yang kamu punya, lakukan saja penawaran produk yang tersedia, urusan closing adalah wilayah NYA, membeli tidak membeli bukan kita yang punya kendali, "Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh balasan yang lebih banyak"
Perbesar skala kesabaran kita, bahwa tidak ada hal besar yang dapat dicapai dalam sekejap saja. Penolakan, ejekan, cemoohan, kritikan, komplainan adalah bagian yang tidak bisa dihindarkan dalam menjalani usaha, keberadaanya bukan untuk dihindarkan namun untuk dikelola sebagai bahan untuk belajar dan mengembangkangkan usaha. "Dan untuk memenuhi perintah Tuhanmu, bersabarlah"
Semangat pagi semua
Niatkan ikhtiarmu sebagai ibadah kepadaNYA
Gapai harapan besar mu dengan bahagia

Diatas Langit Masih Ada Langit

Diatas Langit Masih Ada Langit

.
.
.

.
.
.
.
.
.

Ada satu hal yang saya dapat ambil pelajaran, kenapa dulu pernah terjatuh dan terpuruk, mungkin hal tersebut bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, satu hal tersebut adalah sikap dan sifat yang tidak baik yang bisa melekat dalam diri seseorang, yaitu SOMBONG.

Sombong saya pada waktu itu adalah tidak mau menerima kebenaran, suatu hari seorang teman datang kerumah menyampaikan dan mengajak untuk meninggalkan transaksi riba, namun dengan berbagai dalih dan alasan saya sampaikan untuk tetap bisa melakukan hutang ke leasing, hutang kpr, dll

Merasa tidak bersalah adalah kesombongan yang nyata, manakala Tuhan sudah mengatakan haram adanya.

Beberap waktu lalu mendapatkan kajian tentang sifat sombong yang ternyata banyak ada macam nya, berikut saya bagikan semoga menjadi pengingat bagi kita semua.

1. Riya'

Aktivitasnya selalu ingin dilihat/diketahui oleh orang lain...

 2. Sum'ah

Aktivitasnya selalu ingin diperdengarkan oleh orang lain...

3. 'Ujub

Merasa bangga dgn kelebihan yang ada pada dirinya dalam hal rupa/wajah/ilmu dll

4. Fakhr

Merasa bangga dgn kelebihan harta, dan tahta yg dimilikinya padahal semua hanya titipan belaka

5. Ikhtiyal

Merasa ingin tidak tersaingi oleh orang lain, dan ingin selalu tampil berbeda lalu melakukan hal2 yang merugikan dan mencelakan orang lain / pesaingnya

6. Tasahhul

Menganggap enteng orang lain atau meremehkannya...

7. Ananiyah

Egois/mementingkan diri sendiri dan tidak peduli terhadap orang lain...

8. Syuhh

Kikir jiwanya dengan ciri-cirinya ada 5:
 
A. Selalu mengingat-ingat kelebihan / kebaikan dirinya.

B. Mudah sekali melupakan kebaikan orang lain terhadapnya.

C. Jika ia salah, tdk pernah mau meminta maaf.

D. Sedangkan jika orang lain yang berbuat salah, maka ia tidak mau memberi maaf.

E. Orang lain harus mau menuruti keinginannya, tetapi dia tidak peduli terhadap keinginan orang lain...

Mari kita saling mengingatkan satu dengan yang lain, dan introspeksi diri. Serta berusaha dan berdo'a agar terbebas dari semua sifat-sifat buruk tersebut.

'Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. 'Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri'.

Semangat pagi
Jangan lupa berbagi
Terus belajar memperbaiki diri